ghiarendrias.img

ghiarendrias.img

Rabu, 16 September 2015

FASE FASE PENDERITAAN ORDE PEMUSNAHAN

dingin udara malam merasuk menusuk tulang , suara suara alunan penghantar tidur hewan malam memberi jalan untuk suatu imajinasi yang hampir menyeruak , diam untuk berimajinasi tentang luapan emosi yang seharusnya diacungkan satu jari manis yang terlipat
persetan dengan semuanya , ibarat  aku sudah tak sanggup untuk berdiri , dan melangkah untuk menghadapi suatu persuasi tekanan tekanan tak berguna
sepertinya jiwa ini sudah terlalu lelah , sampai kapan semua ini harus berhenti , dan sampai kapan semua ini harus aku jalani ,  nampak jelas dimataku akan suatu rasa lelah yang tak ingin segera pudar dan senantiasa kembali kembali dan kembali lagi untuk suatu hal yang menurutku amat sangat membuat emosi , sekiranya ini semua telah terjadi , benturan benturan suatu bayangan elok yang membuat kehampaan dalam jiwa ini semakin sunyi
termenung untuk diam dan berfikir sembari mendengar detuman tempo jantung yang kian lama kian lelah , menetes sedikit demi sedikit air mata kepedihan seelah terbangun dari jatuh dan merasakan betapa sakitnya merasakan retakan retakan hadiah untuk semua ini ,
tersiksa dalam batin ini sembari sedikit demi sedikit menghisap batang batang pendorong inspirasi dan memikirkan arti dari semua ini, seakan tak pernah berhenti untuk mencari fase fase naluri diri menjadi mimpi yang penuh arti
SEAKAN TAK PERNAH BERHENTI BERNYANYI TENTANG GORESAN MORAL BUSUK DARI SEISI BIMASAKTI