ghiarendrias.img

ghiarendrias.img

Jumat, 12 Desember 2014

derap langkah tak bertuan

mari teman temani ku berpesta kawan dengan sedikit derap nyanyian robotic yang sedikit melejit alunan distorsi yang membuatku berdiri mari nikmati dunia ini kawan tak lepas dari semua hal yang menawarkan indah nya duniawi tak lepas dari masa laluku masa lalunya sang wanita pecandu,ku teringat dan sedikit teringat seiring lambat laun ku hilang ingatan tentang mu lebih dari 1001 kisah yang kulalui saat lalu ingin sekali aku bercerita tentang semua itu tapi sayang kenapa aku selalu tak bisa memungkiri mungkin karena suatu hal telah menjadi puing puing sampah memori yang memenuhi seluruh isi otaku yang dengan mudah membiusku,akhirnya ku berserah diri kepada-Mu aku memohon berilah dia di tempat terbaikmu jadikanlah dia berada di sisimu hanya itu yang bisa aku ungkapkan ,akan ku buat semua serpihan sesal puing puing memori menjadi suatu penyesalan yang indah ,untuk kalian sahabatku sadarkan aku untuk selalu melihat kedepan bantu aku untuk mengikhlaskan dia karena masa depan hanyalah sebuah rahasia yang kelak kita bisa merasakanya mari warnai dunia dengan sedikit warna indah,ayo berdiri kawan lupakanlah masa lalu yang kelam kemarin pula sempat ku merasakan sedikit rasa dari semua puing puing memori otaku yang hanya bisa tenggelam dalam sedikit keemosian ego yang membara ,seraya tak tahu tentang apa arti penting ku untuk dia ku tetap berlalari melewati lorong demi lorong jalan hidup yang tidak semudah jalan protocol, ingin sekali ku membunuh orang itu kawan,seseorang yang hanya berkaca pada masalalu seseorang,sesuatu memori yang patut untuk hapus tetapi seseorang yang telah membuat semua hidup seorang pendusta biadab yang berani menaklukan pikiran ku, pikiran kami, dan mereka .aku berniat,aku berfikir ,dan aku bertindak hancurkan semua hantam tikam semua dari belakang renungkan semua dan lakukan semua aku yakin diriku bisa

Kamis, 04 Desember 2014

kenangan untukmu yang telah hilang

Mari temani aku bernyanyi kawan, aku kembali kalah hari ini.. temani aku tertawa, menertawakan masa lalu dan masa depan yang entah begitu suram tanpa ada satu kisi indah pada frame demi frame yang terlintas dalam imajinasiku, dan untuk setiap kenangan yang masih hangat meskipun telah jauh ku tinggalkan dalam langkahku memutar bumi, menapak anak demi anak tangga menuju suatu hari dimana aku akan bercerita pada seseorang tentang apa yang pernah aku alami dan menggapai penghujung hari dimana tubuh ini akan menyatu dengan tanah. Kemarin aku masih tertunduk mengangguk pada egoku, kemarin masih aku merasa akulah sang penakluk, kemarin pula aku merasa bahwa aku pencundang terhebat yang menyesali langkah salah dalam berberapa putaran jam, dan kemarin pula aku tangisi itu. Semua adalah hasil dari penciptaan Prof.Dr. Ego, Kini dengan segenap hati aku bertahan untuk melawan dan merasakan indahnya hidup tanpa terjaga di banyak malam hanya untuk berfikir kenapa aku bisa melakukan kesalahan itu, itu dan itu berulang-ulang. Malam ini, ketika udara dingin angin malam yang baru saja di dera hujan dan sekarang masih menyisakan gerimis, aku berjalan di bawah orange lampu-lampu jalanan kota, Mempertanyakan “apakah benar nasip itu tertulis?” dan “apakah waktu itu tidak bisa di putar?”, banyak kenangan dalam otakku,kadang di saat yang tidak di ingikan dia hadir menyeruak menghantarkan fulse demi fulse sepi yang teriring dalam tarian gelap malam bersama alunan nyanyian jangkrik. Jelas sampai kapanpun aku bertanya pertanyaan itu tetap menjadi pertanyaan, tak akan pernah terjawab olehku. Kembali derap kaki ini mengiringku ke tempat pertama aku kecupkan bibirku pada keningmu di tengah riuhnya kota, di depan meja-meja cafe, yang dengan degub keras jantung namun bergaya sebagai sang ahli aku menciumu, sungguh suatu malam yang indah meski bintang yang dulu telah lupa namun aku masih mengingat jelas saat itu. Aku harus pergi, aku sudah muak dengan semua ini, semua kenangan ini, semua sepi ini aku berlari mengikuti suatu cahaya yang membawaku singgah pada suatu hati, satu hati yang kemarin pernah aku singgahi namun aku tinggalkan ketika aku mencoba kembali mencari sebatas mana kemampuanku, ketika egoku dengan gagahnya menginjak mukaku, namun hari ini aku kembali singgah padanya, aku berhenti menyadari ketika waktu mengajarkanku bahwa yang aku perlu ada di depanku,dan dengan ini ku nyatakan pada sepi, pada kenangan manis berduri itu!, “Selamat tinggal, ku harap ini pertemuan terakhir kita!” . “Teriring salam hangat untukmu hatiku, dari sudut tikungan kota ini